Tuesday, May 21, 2013

kamu harusnya tau

Kamu tau perempuan ini benci menunggu.
Bukan karena dia selalu tepat waktu.
Tapi dia takut, takut kehilangan apa yang sudah ia hilangkan.
Dia benci merasa ketakutan terus.
Ia takut.
Takut...
Perempuan ini ingat betul saat disuruh menunggu, dan akhirnya kamu tak datang.
Sekarang apabila kamu disuruh menunggu, dia akan datang?
Ya, dia datang.
Namun saat dia datang, kamu pergi.
Lalu harus kemana ia mencari?
Ah, terlalu rumit.

kita, bukan kami.

Bahkan keadaan kami yang membunuh kami,
Bahkan mulut kami yang menampar wajah kami.
Saat emosi bersahabat dengan cinta,
Kamu bukan lagi aku yang dulunya satu.
Satu bukan lagi kamu yang dulunya aku.
Aku ingin senyum itu kembali.
Aku ingin, semuanya tidak berakhir.
Tapi waktu menginginkannya.
Kamu juga...
Kita, bukan harusnya satu?
Kita, bukannya masih mengalir?
Selama kamu menyayangiku,
Mungkin akan kuganti menjadi selama aku menyayangi kamu, biar tidak menjadi egois,
Biar kita masih bersama
Harusnya menjadi "Kami membunuh keadaan yang kami lalu"-i.
Harusnya menjadi "Kami yang menampar wajah kami karna mulut kami".
Harusnya menjadi Kita, bukan Kami

angin, waktu kamu

Angin masih membawa cintamu kesini
Balkon sunyi ini, dimana kamu selalu bilang "dingin" "bintang nya kok gak muncul-muncul ya?"
Angin, masih mengingatkanku.
Waktu kamu ngelemparin batu di depan rumahku tengah hari bolong, nyeker pula. Lalu kamu ngambilin batu-batu yang bagus. Seminggu kemudian setelah kamu pergi ke Bali kamu dateng lagi kerumah ku, ngasih batu yang di ukir bentuk "love".
ingat?
Angin, masih ingat bagaimana cara kamu tersenyum dari luar pagar sana.
Masih ingat bagaimana kamu jalan ke depan pintu rumah dan ngerengek masuk kedinginan.
Masih ingat bagaimana kamu pakai kaos Super-T yang gambarnya monyet itu:)
kamu ingat ?
Hey, kamu..
udah makan belum? jangan lupa makan ya.
kamu keliatan tambah kurus tau! jangan gitu dong, jelek tau :)